Tips Sukses Berkarir di Luar Bidang Pendidikan Anda

Sepertinya tidak banyak yang setelah lulus kuliah bisa menentukan dia akan bekerja menjadi apa. Karena saat ini, kecenderungannya adalah, bukan Anda yang memilih pekerjaan, namun pekerjaan yang memilih Anda. Sehingga makin banyak sajaorang yang bekerja di luar bidang pendidikan yang pernah ditekuninya. Lalu bagaimana agar Anda bisa sukses meniti karir yang jauh berbeda denga latar belakang pendidikan Anda?.

1. Jangan Takut Dulu.
Berapa jumlah surat lamaran yang Anda kirim begitu lulus kuliah? Saking banyaknya, pasti Anda sudah lupa. Begitu melihat ada lowongan, langusung dikirimkan. Meski bidang yang dibutuhkan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang Anda miliki. Dulu, Anda bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda, tapi sekarang sudah tidak mungkin lagi membantasi seperti itu. Ada, sih pengecualian, seperti dalam bidang kedokteran. Bagi, Erna Irawati, 23 tahun, lulusan Teknik Informatika (TI) yang saat ini berkarir di bidang pemasaran, tantangan terbesar saat dia memilih bekerja di bidang ini adalah anggapan orang yang meragukan kemampuannya. Tapi Erna membuktikan kalau dia bisa, bahkan sekarang Erna telah mengepalai bagian marketing di President Business Institute.

2. Mau Terus Belajar.
Jangan langsung mengubur harapan gara-gara latar belakang pendidikan Anda yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Sebenarnya perusahaan punya alasan berbeda-beda ketika merekrut pelamar untuk menjadi karyawannya, bukan semata-mata karena latar belakang pendidikan pelamar cocok dengan posisi yang kosong. Ada perusahaan yang tidak keberatan menerima sekretaris yang bukan berasal dari lulusan sekolah sekretaris karena perusahaan melihat bahwa orang ini mau belajar. Jadi bukan tidak mungkin, lulusan teknik mesin bekerja di bagian keuangan. Walau tantanganya cuup besar, karena kedua bidang tersebut mensyaratkan keahlian yang khusus dan sangat berbeda satu sama lain. Saat menerima karyawan baru, tentu perusahaan sudah siap menerima kekurangan karyawan tersebut, termasuk latar belakang pendidikan yang berbeda. Untuk mengasah kemampuan karyawan baru biasanya perusahaan menyediakan program pelatihan, misalanya Bank BCA dengan program MDP, Bank Niaga dengan program PPE atau Bank Mandiri dengan program ODP . Namun, ada juga perusahaan yang meminta karyawannya untuk belajar sendiri, baik dengan biaya perusahaan maupun biaya sendiri. Yang paling penting, Anda memilik minat dan merasakan kebutuhan untuk terus belajar.

3. Temukan Minat Anda.
Sah-sah saja Anda menerima pekerjaan yang ‘asal ada dulu’. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tidak perlu takut ilmu yang Anda pelajari selama lebih kurang 4 tahun, terbuang percuma. Belajar membuat Anda tahu lebih banyak, memiliki pola pikir yang lebih sistematis dan berkemampuan komunikasi yang lebih baik. Hal inilah modal Anda dalam bekerja. “Ilmu saya mengajari saya tentang kreativitas dan belajar mendesain sesuatu yang belum adan. Cara berpikir inilah yang membantu saya dalam mengajar,” Aliya 23 tahun, lulusan Arsitektur yang bekerja sebagai Staf Pengajar. Minat juga berperan penting untuk menentukan profesi apa yang Anda jalani. Bayangkan kalau Anda melakukan pekerjaan yang tidak Anda senangi. Stres kan? “Pekerjaan apa pun ok, asal Anda berminta. Setelah itu, keinginan untuk mempelajari pekerjaan baru itu akan muncul dengan sendirinya,” imbuh Lisa.

3. Manfaatkan Kesempatan.
Sekarang ini lingkup pekerjaan tidak sempit lagi. Memang, perbandingan antara lapangan pekerjaan dan jumlah pencari kerja sangat tidak seimbang, tapi justru karena keadaan itu, Anda bisa lebih kreatif mencari berbagai celah untuk bisa bertahan. Akibatnya, banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Daripada buang-buang waktu menunggu pekerjaan ideal yang pas dengan latar belakang pendidikan Anda –yang tidak tahu kapan munculnya- lebih baik Anda memanfaatkan pekerjaan aygn ada, sambil terus menambah wawasan dan pengalaman.

4. Learning By Doing.
Kalau berani menerima pekerjaan dalam bida yang berbeda dengan latar belakang pendidikan Anda, konsekuensinya adalah harus mau belajar lebih banyak. Makanya, biarpun pekerjaan itu termasuk bidang yang baru untuk Anda, yakinkan bahwa Anda memang menaruh minat terhadap pekerjaan tersebut, agar tidak merasa terpaksa. Kesalahan umum yang terjadi pada pegawai baru adalah mudah berpuas diri sehingga malas belajar. Biasanya hal ini yang menyebabkan seorang pegawai baru tidak lolos masa percobaan.

5. Hasilnya Bisa Lebih Baik.
Tidak perlu minder kalau kemampuan Anda tidak sehebat rekan Anda yang memiliki latar belakang pendidikan yang memang cocok denga pekerjaannya. Latar belakang pendidikan yang sesuai dengan pekerjaan memang bisa jadi nilai lebih, tapi bukan jaminan keberhasilan seseorang. Tidak bijak juga kalau Anda melihat kemampuan seseorang Cuma dilihat dari latar belakang pendidikan, karena sifat seseorang juga punya peran penting dalam kesuksesan. Selama Anda mempunyai motivasi untuk belajar dan terbuka terhadap informasi, pasti Anda bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Terbukalah untuk menerima kritik dan saran dari atasan dan rekan sejawat.

2 comments: